Pantai Ngliyep
Pantai Ngliyep berada di tepi Samudera Indonesia, tepatnya di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, 62 km dari arah selatan kota Malang.
Pantai Ngliyep adalah pantai dengan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing yang curam dan hutan lindung di sekeliling pantai. Pasir putihnya yang masih alami dan ombak yang serasa bermain di sela-sela tebing membuat pantai Ngliyep layak untuk dikunjungi.
Kondisi pantai yang masih terbilang sepi menjadikan pantai ini masih “perawan†dan nyaman untuk bermain-main disela ombak dan pasir putih.
Setiap tahun, di bulan Jawa tepatnya bulan Maulud, pantai Ngliyep akan lebih ramai dari biasanya karena digelar acara ritual bertajuk Upacara Labuhan yang di gelar tanggal 15 Maulud. Upacara Labuhan adalah bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji.
Memutuskan untuk berkunjung ke pantai Ngliyep merupakan keputusan yang sangat bagus, karena, kedatangan temen-temen di pantai ini tidak akan pernah menemukan kekecewaan, dikarenakan temen-temen akan disambut oleh hamparan pasir pantainya yang lembut dan putih, tidak berhenti disitu, karena pantainya yang terbilang sangat terawat kebersihannya maka tidak akan ditemukan sampah disini, di aluni deburan ombak-ombak yang menyapa tebing-tebing karang, Ngliyep akan menambah kecantikan dan kharisma pantai Ngliyep ini. Sapuan ombaknya yang terbilang kencang dikarenakan berhubungan langsung dengan samudera Hindia ini membuat pantai ini sangat cocok mendapat julukan si garang yang elok. Di daerah sekitar pantai Ngliyep juga telah tersedia banyak penginapan dan toko souvenir, jadi mempermudah kunjungan wisatawan tentunya. Pantai ini akan sangat menggoda ketika dikunjungi disaat matahari akan terbenam, maka langit yang temaram serta sinar surut matahari yang terpantul di punggung laut dan gagahnya tebing yang menghitam tanpa terpaan sinar matahari pun akan menciptakan euphoria tersendiri yang menjadi ke khasan Ngliyep.
Pantai ini juga tidak lepas dari unsur budaya, dikarenakan Lokasinya yang berada di wilayah selatan, maka Nliyep pun tidak lepas dari mitos ratu pantai selatan (Nyi Roro Kidul). Setiap tanggal 14 Maulud dalam penanggalan Jawa, selalu diadakan upacara Labuhan. Upacara labuhan adalah upacara persembahan dengan memberikan sajian ke laut, yang berarti memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur dan memanjatkan doa untuk diberi kesejahteraan. Dalam upacara itu juga ada sesi mengorbankan kepala hewan kambing atau sapi ke dalam laut sebagai sesaji untuk Sang Ratu Laut Selatan
Pantai Ngliyep adalah pantai dengan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing yang curam dan hutan lindung di sekeliling pantai. Pasir putihnya yang masih alami dan ombak yang serasa bermain di sela-sela tebing membuat pantai Ngliyep layak untuk dikunjungi.
Kondisi pantai yang masih terbilang sepi menjadikan pantai ini masih “perawan†dan nyaman untuk bermain-main disela ombak dan pasir putih.
Setiap tahun, di bulan Jawa tepatnya bulan Maulud, pantai Ngliyep akan lebih ramai dari biasanya karena digelar acara ritual bertajuk Upacara Labuhan yang di gelar tanggal 15 Maulud. Upacara Labuhan adalah bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji.
Memutuskan untuk berkunjung ke pantai Ngliyep merupakan keputusan yang sangat bagus, karena, kedatangan temen-temen di pantai ini tidak akan pernah menemukan kekecewaan, dikarenakan temen-temen akan disambut oleh hamparan pasir pantainya yang lembut dan putih, tidak berhenti disitu, karena pantainya yang terbilang sangat terawat kebersihannya maka tidak akan ditemukan sampah disini, di aluni deburan ombak-ombak yang menyapa tebing-tebing karang, Ngliyep akan menambah kecantikan dan kharisma pantai Ngliyep ini. Sapuan ombaknya yang terbilang kencang dikarenakan berhubungan langsung dengan samudera Hindia ini membuat pantai ini sangat cocok mendapat julukan si garang yang elok. Di daerah sekitar pantai Ngliyep juga telah tersedia banyak penginapan dan toko souvenir, jadi mempermudah kunjungan wisatawan tentunya. Pantai ini akan sangat menggoda ketika dikunjungi disaat matahari akan terbenam, maka langit yang temaram serta sinar surut matahari yang terpantul di punggung laut dan gagahnya tebing yang menghitam tanpa terpaan sinar matahari pun akan menciptakan euphoria tersendiri yang menjadi ke khasan Ngliyep.
Pantai ini juga tidak lepas dari unsur budaya, dikarenakan Lokasinya yang berada di wilayah selatan, maka Nliyep pun tidak lepas dari mitos ratu pantai selatan (Nyi Roro Kidul). Setiap tanggal 14 Maulud dalam penanggalan Jawa, selalu diadakan upacara Labuhan. Upacara labuhan adalah upacara persembahan dengan memberikan sajian ke laut, yang berarti memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur dan memanjatkan doa untuk diberi kesejahteraan. Dalam upacara itu juga ada sesi mengorbankan kepala hewan kambing atau sapi ke dalam laut sebagai sesaji untuk Sang Ratu Laut Selatan
0 komentar: